Bawaslu Jatim Tuntaskan Penguatan Kelembagaan 2025, Bawaslu Lamongan Siap Mengokohkan Pengawasan Pemilu.
|
Surabaya, Kamis, 20 November 2025 — Bawaslu Kabupaten Lamongan menghadiri kegiatan Penguatan Kelembagaan yang diadakan oleh Bawaslu Jawa Timur (20/11/2025) di Kota Surabaya, dengan tema “Meneguhkan Semangat Kepahlawanan dalam Penguatan Kelembagaan Bawaslu Jawa Timur untuk Demokrasi Bermartabat”. Adapun perwakilan dari Bawaslu Kabupaten Lamongan yang turut serta dalam giat ini adalah Ketua Bawaslu Kabupaten Lamongan (Toni Wijaya, S.H) dan Kepala Sekretariat (Agus Prijambodo, S.H).
Kegiatan ini merupakan kegiatan Kelembagaan terakhir pada tahun 2025 di Jawa Timur, sekaligus sebagai penutup rangkaian penguatan kelembagaan yang telah dilaksanakan oleh seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur sejak tanggal 19 Agustus 2025. Dimana kegiatan kelembagaan ini telah diselenggarakan sebanyak 40 kali di 38 titik, melibatkan 2.850 peserta, serta 152 narasumber dari unsur Akademisi, pemantau pemilu dan penyelenggara pemilu.
Ketua Bawaslu Jawa Timur, A. Warits, menyampaikan bahwa meskipun rangkaian penguatan kelembagaan yang dilaksanakan bersama Komisi II DPR RI telah dituntaskan, namun upaya peningkatan kualitas internal Bawaslu tidak berhenti pada kegiatan tersebut.
“Penguatan kelembagaan bukan program musiman. Ini adalah budaya organisasi yang harus ditanam dan dijalankan setiap hari. Konsistensi, integritas dan keberanian melakukan inovasi adalah fondasi utama peningkatan kualitas pengawasan di semua jenjang,” tegas Warits.
Warits menekankan bahwa penguatan kelembagaan merupakan langkah strategis bagi Bawaslu Jawa Timur dalam menghadapi dinamika pemilu yang terus berkembang. Menurutnya, institusi pengawas pemilu perlu terus mengevaluasi diri, memperbarui tata kelola, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
“Bawaslu Jawa Timur tidak berhenti belajar dan memperkuat diri. Ini adalah investasi jangka panjang dalam mempersiapkan pengawasan pemilu di masa yang akan datang,” ujarnya.
Dalam analisisnya, Warits menilai bahwa tantangan pengawasan pemilu di masa mendatang semakin rumit. Disinformasi dan misinformasi di ruang digital, polarisasi politik serta penggunaan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) menjadi isu-isu yang harus diantisipasi secara serius.
“Pengawasan pemilu tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola lama. Kita harus adaptif, berbasis data dan memiliki SDM yang terus dilatih untuk menjawab perkembangan zaman. Penguatan kelembagaan adalah kunci untuk itu,” kata Warits.
Lebih lanjut, Warits menyampaikan bahwa Bawaslu Jawa Timur memiliki kekayaan data berupa jutaan Form A, laporan hasil pengawasan hingga dokumentasi temuan lapangan. Seluruh data tersebut bernilai strategis sebagai sumber literasi demokrasi untuk masyarakat.
“Kami berkomitmen mengembangkan literasi politik dan demokrasi berbasis catatan peristiwa pemilu. Melalui data-data pengawasan ini, Bawaslu ingin memberikan pembelajaran konkret kepada publik dan mendorong lahirnya pemilih yang lebih cerdas serta ekosistem demokrasi yang lebih sehat,” tutup Warits.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, Bawaslu Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan penguatan kelembagaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas dan kualitas pengawasan pemilu di Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Lamongan, Toni Wijaya, S.H., menyambut baik dan menyatakan kesiapan lembaga Bawaslu Kabupaten Lamongan. "Kami di Kabupaten Lamongan akan segera menindaklanjuti arahan ini. Semangat penguatan kelembagaan ini akan kami terapkan sebagai budaya kerja sehari-hari, tidak hanya pada agenda tertentu. Komitmen kami jelas: mengokohkan integritas pengawasan di tingkat daerah untuk memastikan Pemilu yang akan datang berjalan Luber, Jurdil, dan bermartabat," tegas Toni.
Agn119