PENGAWASAN KEGIATAN BIOMETRIK , 6 WARGA LAPAS DINYATAKAN TMS
|
M. Nadhim Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Lamongan melakukan pengawasan langsung kegiatan BIOMETRIK terhadap warga Lapas yang tidak ditemukan data kependudukanya, Senin pagi (5/10/2020).
Bertempat di Lampas Kelas II Lamongan, kegiatan itu dilakukan oleh KPU Lamongan bekerjasama dengan Dispendukcapil Kabupaten Lamongan, dengan tujuan melindungi hak pilih bagi pemilih di Rumah Tahanan (Rutan) atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
https://www.instagram.com/p/CF_AQMDp3eK/?utm_source=ig_web_copy_link“Melakukan pemeriksaan data kependudukan untuk warga Lapas yang tidak ditemukan data kependudukanya, supaya dapat ditemukan nama-nama yang ada di data ini terdaftar di TPS mana.” Ujar Dewi Maslahatul Ummah Komisioner KPU Lamongan sembari menunjukan data daftar nama warga Lapas berstatus warga Lamongan yang diberikan oleh petugas Lapas.
Perempuan yang akrab dipanggil Bu Dewi tersebut menjelaskan bahwa pihaknya menerima data penghuni lapas itu sebanyak 2x dengan jumlah yang berbeda.
“KPU menerima 2x, pertama berisi 240 data penghuni Lapas dan yang terdeteksi sebanyak 220 data, kedua yang hari ini kita pastikan berisi 278 data, ini kita turunkan ke PPK PPS untuk diperiksa, dan yang dapat dideteksi 252 data.”lanjutnya.
Sedangkan 26 data warga Lapas lainya, 14 data tidak terdeteksi dan 12 data sudah tidak ada di Lapas karena sudah bebas dan/atau dipindahkan dari Lapas Lamongan.
Usai kegiatan berakhir Nadhim memberi laporan terhadap pengawasan tersebut, “Kita menemui beberapa kendala dimana ada server error dalam kegiatan BIOMETRIK, ada juga 2 warga Lapas yang sudah cukup umur, bahkan sudah menikah, namun tidak memiliki KTP, disitu langsung dilakukan perekaman E-KTP dan 2 warga Lapas tersebut dinyatakan MS.”.
“Sehingga dari 14 data warga Lapas tidak terdeteksi berdasarkan data KPU, 8 dinyatakan memenuhi syarat atau MS dan 6 dinyatakan tidak memenuhi syarat atau TMS karena berstatus warga luar Lamongan ada juga yang masih dibawah umur dan belum menikah atau belum punya hak pilih.” Tambah Nadhim
(SelviV)