Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Peran Pemuda dalam Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Lamongan Hadir di Tengah Kader Muhammadiyah

Perkuat Peran Pemuda dalam Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Lamongan Hadir di Tengah Kader Muhammadiyah

Perkuat Peran Pemuda dalam Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Lamongan Hadir di Tengah Kader Muhammadiyah

Lamongan — Dua Anggota Bawaslu Kabupaten Lamongan, Yulianti dan Muttaqin, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Kajian Keilmuan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sugihan, Kecamatan Solokuro (01/08/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Pendidikan Politik dan Isu Politik Kekinian”, yang bertujuan membangun kesadaran politik dan memperkuat partisipasi pemuda dalam demokrasi.

Yulianti, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Lamongan, menyampaikan pentingnya pendidikan politik sebagai pondasi bagi keterlibatan aktif masyarakat dalam Pemilu. “Pemuda Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam Pemilu, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas partisipatif yang turut mengawal proses demokrasi secara aktif,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Yulianti juga memperkenalkan terkait Pengawasan Partisipatif, yakni partisipasi politik anak muda dan pemilih pemula dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan. Ia menekankan bahwa pelibatan generasi muda merupakan kekuatan besar dalam menjaga integritas demokrasi. “Anak muda tidak hanya punya energi, tapi juga idealisme dan keberanian untuk menyuarakan keadilan dalam proses politik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yulianti memaparkan bahwa terdapat tantangan sekaligus peluang dalam mendorong pengawasan partisipatif di kalangan pemuda. Tantangannya antara lain adalah minimnya literasi politik, apatisme, dan pengaruh disinformasi di media sosial. Namun di sisi lain, anak muda juga memiliki peluang besar karena melek teknologi, aktif di ruang digital, dan memiliki jaringan komunitas yang luas. “Jika potensi ini dimaksimalkan, mereka bisa menjadi agen pengawasan yang kuat dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Muttaqin, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, mengajak para peserta untuk tidak bersikap apatis terhadap isu-isu politik. Ia menekankan bahwa pengawasan tidak hanya tugas penyelenggara, tetapi juga bisa dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. “Pengawasan partisipatif adalah bagian dari tanggung jawab warga negara. Ini bentuk nyata kecintaan kita terhadap demokrasi,” tegasnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari kader muda Muhammadiyah. Diskusi berlangsung hangat dan dinamis, menandakan tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi yang bersih, adil, dan berintegritas.

S.Lat