Bawaslu Kabupaten Lamongan Luncurkan Program "MENYAPPA", Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Literasi Demokrasi.
|
Lamongan– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lamongan resmi meluncurkan program inovatif Bawaslu Lamongan MENYAPPA (Menyampaikan Pengawasan Partisipatif) sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi dan pengawasan pemilu. Program tersebut diperkenalkan pada kegiatan peluncuran seri perdana yang digelar pada Rabu (22/7/2026).
Program MENYAPPA hadir sebagai ruang diskusi terbuka yang menghubungkan Bawaslu dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih interaktif, edukatif, dan mudah diakses. Melalui inovasi ini, Bawaslu Kabupaten Lamongan berupaya meningkatkan literasi kepemiluan sekaligus membangun budaya pengawasan partisipatif yang berkelanjutan.
Selain menjadi sarana edukasi, MENYAPPA juga bertujuan membentuk masyarakat yang cerdas dan kritis dalam menyikapi setiap tahapan demokrasi. Bawaslu mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga berperan aktif mencegah pelanggaran pemilu, menolak praktik politik uang, serta menangkal penyebaran hoaks yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.
Pemanfaatan platform digital turut menjadi bagian dari strategi program ini agar informasi dan edukasi kepemiluan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Dengan demikian, ruang partisipasi publik tidak lagi terbatas pada kegiatan tatap muka, tetapi juga dapat dilakukan melalui media digital.
Dalam keynote speech, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Eka Rahmawati, menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan semata tugas Bawaslu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus menjadi Early Warning System (EWS) atau alarm sosial yang mampu mendeteksi secara dini berbagai potensi pelanggaran, termasuk politik uang, intimidasi, maupun penyebaran informasi yang menyesatkan.
Ia juga menekankan pentingnya membangun nalar kritis masyarakat agar lahir pemilih yang cerdas dan berintegritas. Melalui program MENYAPPA, Bawaslu berharap hubungan dengan komunitas pengawas partisipatif terus terjalin sekaligus menjadi ruang penyegaran pengetahuan dan penguatan kapasitas dalam mengawal demokrasi.
Pelaksanaan program ini turut melibatkan lima komunitas lokal yang bergerak di bidang pendidikan dan pengawasan demokrasi, yaitu KOPPDAR, TRIPS, Democracy Digital Watch (DDW), Kawula Demokrasi, dan Jangkar Demokrasi. Kehadiran komunitas tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Ke depan, Bawaslu Lamongan MENYAPPA akan diselenggarakan secara rutin setiap bulan sebagai wadah dialog, edukasi, dan kolaborasi antara Bawaslu dengan masyarakat. Melalui program ini, Bawaslu Kabupaten Lamongan berharap semangat pengawasan partisipatif terus tumbuh sehingga mampu mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
https://www.youtube.com/live/uU0AEe7e60Y?si=4_Jwpy9kW1SXSspa
sam.10