Bawaslu Lamongan dan Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan Jalin Kerja Sama, Perkuat Pendidikan Demokrasi
|
Bawaslu Lamongan — Bawaslu Kabupaten Lamongan dan Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut kemudian diperkuat dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Bawaslu Kabupaten Lamongan dengan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan yang bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Lamongan, (21/09/2026).
Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan perguruan tinggi, khususnya dalam memperkuat pendidikan demokrasi dan kewarganegaraan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lamongan, Toni Wijaya, S.H., menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam memperluas pendidikan dan literasi demokrasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurut Toni, perguruan tinggi memiliki lingkungan akademik yang strategis untuk menanamkan pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
“Kerja sama ini bukan hanya tentang penandatanganan dokumen MoU dan MoA, tetapi bagaimana ke depan kerja sama tersebut dapat diwujudkan dalam program-program yang konkret. Kita ingin ada kegiatan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, Bawaslu, maupun masyarakat,” ujar Toni.
Ia menambahkan, ruang kerja sama dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, seperti pendidikan dan pelatihan, seminar, diskusi kepemiluan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendidikan politik, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan adanya kerja sama tersebut, Bawaslu Lamongan berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual mengenai demokrasi dan kepemiluan, tidak hanya melalui teori di bangku perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman dan interaksi langsung dengan lembaga pengawas pemilu.
Sementara itu, Direktur Operasional Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan, Dr. Abd. Ghofur, S.Pd., M.Pd., menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan Bawaslu Kabupaten Lamongan.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Bawaslu memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan, terutama karena dunia pendidikan memiliki tanggung jawab dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Kerja sama ini menjadi kesempatan bagi kampus untuk memperluas jejaring sekaligus memberikan ruang kepada mahasiswa agar mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas. Kami berharap MoU ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan yang nyata,” ungkap Abd. Ghofur.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia, baik melalui kegiatan akademik maupun kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kaprodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan, Dr. Yayuk Chayatun Machsunah, S.Sos., M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Bawaslu memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan bidang keilmuan PPKn.
Menurut Yayuk, PPKn tidak hanya mengajarkan teori mengenai Pancasila dan kewarganegaraan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai praktik kehidupan demokrasi dan nantinya juga dapat berkolaborasi.
“PPKn membutuhkan Bawaslu. Karena apa yang kami ajarkan di PPKn sangat berkaitan dengan demokrasi, kewarganegaraan, dan bagaimana mahasiswa dapat memahami praktik demokrasi secara langsung,” ujar Yayuk.
Ia menjelaskan, melalui kerja sama tersebut mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung berbagai persoalan kepemiluan dan demokrasi yang selama ini banyak dipelajari dalam konteks akademik.
Kolaborasi dapat diwujudkan melalui kuliah umum, seminar, diskusi, pendidikan politik, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kegiatan akademik lainnya.
“Harapannya nanti ada sinergi yang konkret antara PPKn dengan Bawaslu. Mahasiswa bisa mendapatkan wawasan dan pengalaman langsung dari Bawaslu, sementara kami dari kampus juga dapat mendukung program-program yang berkaitan dengan pendidikan demokrasi dan kewarganegaraan,” lanjutnya.
Yayuk menambahkan, kerja sama ini juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.
Kerja sama antara Bawaslu Kabupaten Lamongan dengan Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pengembangan sumber daya manusia di kedua institusi. Berbagai kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kompetensi masing-masing pihak.
Melalui MoU dan MoA ini, Bawaslu Kabupaten Lamongan dan Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan berkomitmen untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kerja sama tidak hanya diarahkan pada kegiatan seremonial, tetapi pada program yang memberikan dampak nyata dalam bidang pendidikan, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan demokrasi kepada generasi muda. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, Bawaslu Kabupaten Lamongan berharap sinergi bersama Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan dapat terus berkembang dan melahirkan berbagai program inovatif yang bermanfaat bagi lembaga, civitas akademika, serta masyarakat Kabupaten Lamongan.
Agn119