Bawaslu Lamongan Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Dorong Masyarakat Berfungsi dan Bergerak Menuju Pemilu 2029 yang Bermartabat
|
Bawaslu Lamongan — Bawaslu Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”, Selasa (18/8/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh jajaran serta peserta pengawasan partisipatif.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Lamongan dalam memperkuat pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu. Melalui pendidikan pengawas partisipatif, masyarakat didorong tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilu.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Bawaslu Kabupaten Lamongan, Toni Wijaya, S.H. Dalam sambutannya, Toni menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga proses demokrasi.
Menurutnya, pengawasan pemilu tidak dapat hanya mengandalkan kerja lembaga pengawas. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran sekaligus menciptakan pemilu yang berintegritas.
“Pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat memiliki posisi yang sangat penting untuk ikut mengawasi, memberikan informasi, serta mendorong terciptanya proses pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat,” ujar Toni dalam sambutannya.
Setelah sambutan Ketua Bawaslu Kabupaten Lamongan, kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, A. Warits.
Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur A. Warits menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Bawaslu Kabupaten Lamongan yang secara konsisten menghadirkan ruang-ruang pendidikan demokrasi bagi masyarakat melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan biasa, melainkan sebuah bentuk investasi sosial yang memiliki nilai besar bagi masa depan kualitas demokrasi.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bawaslu Lamongan yang secara konsisten mencoba menghadirkan ruang-ruang pendidikan demokrasi bagi masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan kelembagaan biasa, tetapi dalam pandangan saya, teman-teman Bawaslu Lamongan sedang melakukan investasi sosial yang akan memberikan manfaat bagi kualitas demokrasi di masa-masa yang akan datang,” ungkap A. Warits.
Ia menegaskan bahwa demokrasi yang bermartabat tidak mungkin lahir secara instan dalam waktu satu atau dua hari, bahkan tidak cukup hanya dalam satu minggu. Demokrasi, lanjutnya, merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun secara bersama-sama melalui pendidikan, kesadaran, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Demokrasi yang bermartabat harus dibangun melalui proses yang panjang secara bersama-sama. Dan proses itu salah satunya diwujudkan melalui pendidikan demokrasi yang terus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi materi dan diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber. Turut memberikan materi Anggota Bawaslu Kabupaten Lamongan Yulianti, Anggota Bawaslu Kabupaten Gresik Rofa'atul Hidayah, serta Anggota Bawaslu Kabupaten Malang Muhamad Hazairin.
Berbagai perspektif disampaikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pentingnya pengawasan partisipatif, pencegahan potensi pelanggaran, hingga bagaimana masyarakat dapat mengambil peran secara aktif dalam mengawal tahapan pemilu.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Lamongan berharap terbentuk masyarakat yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan keberanian untuk terlibat dalam pengawasan pemilu secara tepat dan bertanggung jawab.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang diusung dalam kegiatan P2P kali ini:
“Demokrasi akan tumbuh kuat ketika masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi penjaga.”
Pendidikan Pengawas Partisipatif diharapkan menjadi ruang untuk membangun jejaring pengawasan sekaligus memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam mempersiapkan Pemilu 2029 yang bermartabat.
Agn119