Bawaslu Lamongan Menyappa Seri 4, Dorong Pemilih Pemula Jadi Garda Terdepan Demokrasi Digital
|
LAMONGAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan Bawaslu Lamongan Menyapa (Menyampaikan Pengawasan Partisipatif) Seri 4 dengan tema “Pemilih Pemula: Pemilik Masa Depan Bangsa” pada hari Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi demokrasi generasi muda sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Hadir dalam kegiatan ini, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Rusmifahrizal Rustam, lima Pimpinan Bawaslu Kabupaten Lamongan (Toni Wijaya, S.H., Yulianti, M.Pd., Muttaqin, M. Farid Achiyani, H.M. Syamsul), Jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lamongan, dua Narasumber Bawaslu Lamongan Menyappa, yakni Dr. Yayuk Kayatun Maksuna, S.Sos., M.Pd., (Kaprodi PPKn Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan) dan Erlin Puspitasari (Koordinator Demokrasi Digital Watch Lamongan/Kader Pengawas Partisipatif Bawaslu Lamongan), juga dihadiri oleh 54 peserta dari sahabat Bawaslu.
Dalam pemaparannya, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Rusmi Farizal Rustam, menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan besarnya potensi keterlibatan generasi muda menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas pendidikan politik dan memperkuat pengawasan partisipatif.
Ia juga mengapresiasi langkah Bawaslu Kabupaten Lamongan (Divisi Pencegahan. Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat) yang terus melakukan inovasi dalam pendidikan politik kepada masyarakat, termasuk di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Inovasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pendidikan demokrasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengawal proses pemilu.
“Pemilih pemula bukan hanya dipersiapkan untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2029, tetapi juga perlu didorong agar memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kualitas demokrasi. Generasi muda harus mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu, termasuk di ruang digital,” demikian rumusan kutipan yang dapat digunakan untuk menggambarkan pesan utama Rusmi.
Sementara itu, Dr. Yayuk Kayatun Maksuna menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan publik dan masa depan bangsa. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak apatis terhadap politik karena keputusan yang dihasilkan melalui pemilu berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan dan lapangan kerja hingga pembangunan infrastruktur.
Yayuk juga mengajak pemilih pemula untuk menentukan pilihan secara rasional dengan memahami visi dan misi, menelusuri rekam jejak, serta memeriksa kebenaran informasi mengenai calon pemimpin melalui sumber yang tepercaya. Menurutnya, pilihan politik tidak semestinya hanya didasarkan pada popularitas atau viralitas kandidat di media sosial, tetapi juga harus mempertimbangkan kapasitas, integritas, dan program kerja yang ditawarkan.
Pada kesempatan yang sama, Erlin Puspitasari menyoroti tantangan pengawasan pemilu di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, kampanye hitam, serta dugaan praktik politik uang melalui platform digital. Ia mendorong generasi muda untuk mengambil peran sebagai pengawas digital dengan membangun budaya literasi digital dan memastikan informasi yang diterima telah diverifikasi sebelum dibagikan.
Erlin juga menekankan pentingnya bersikap objektif dalam pengawasan digital, mendokumentasikan bukti dugaan pelanggaran secara tepat, serta menyampaikan laporan melalui kanal resmi yang tersedia. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga dapat berkontribusi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan berintegritas.
Sementara itu, Yulianti, M.Pd. (Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat) dalam sambutan penutup kegiatan menyampaikan, bahwa generasi muda khususnya gen Z dan milenial memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia.
"Pemilih pemula bukan sekedar pelengkap dalam proses pemilu/pemilihan, melainkan bagian penting yang turut menentukan arah kepemimpinan dan dan masa depan bangsa." Ujar Yulianti.
Melalui kegiatan Bawaslu Lamongan Menyappa Seri 4, Bawaslu Kabupaten Lamongan menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan semata-mata tanggung jawab lembaga pengawas, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara Bawaslu, akademisi, komunitas, dan generasi muda menjadi langkah strategis untuk memperluas pengawasan partisipatif, baik di lingkungan masyarakat maupun di ruang digital.
Pemilih pemula memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Karena itu, partisipasi mereka diharapkan tidak berhenti pada penggunaan hak pilih saat pemungutan suara, tetapi juga diwujudkan melalui sikap kritis terhadap informasi, penolakan terhadap praktik politik yang mencederai demokrasi, serta keberanian untuk ikut mengawasi jalannya proses pemilu.
Melalui tema “Pemilih Pemula: Pemilik Masa Depan Bangsa”, Bawaslu Kabupaten Lamongan berharap generasi muda semakin memahami arti penting partisipasi politik yang bertanggung jawab dan mampu mengambil peran sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi, termasuk menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.
Sam10
Editor : Yulianti