TANAMKAN DEMOKRASI DARI BANGKU SEKOLAH, BAWASLU LAMONGAN EDUKASI RATUSAN PELAJAR
|
Lamongan (30/4/2026) Dalam upaya menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan Literasi Demokrasi dalam rangka Sosialisasi Pengawasan Partisipatif kepada pelajar di MTs. Putra-Putri Simo, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 280 peserta yang terdiri dari siswa-siswi madrasah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Yulianti selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Lamongan sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, Yulianti menekankan pentingnya peran pelajar dan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pemahaman nilai-nilai dasar pemilu yang jujur dan adil.
“Pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Meskipun belum memiliki hak pilih, namun pelajar dapat menjadi bagian dari pengawas partisipatif dengan cara memahami demokrasi, menolak hoaks, serta menanamkan sikap jujur dan adil sejak dini,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar demokrasi, pemilu, serta pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu. Materi juga dikemas secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab guna meningkatkan pemahaman peserta. Selain itu, disampaikan pula mengenai asas pemilu LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) sebagai prinsip utama dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia. Peserta diajak untuk memahami bahwa keberhasilan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini tercermin dari aktifnya siswa dalam sesi diskusi serta partisipasi dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Lamongan berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal jalannya demokrasi yang berintegritas. Kegiatan literasi demokrasi ini menjadi bagian dari upaya preventif Bawaslu dalam mencegah potensi pelanggaran pemilu melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat tertanam kuat sejak dini sehingga mampu menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya pemilu yang bersih, jujur, dan adil.
S.Lath