Yulianti Ajak Kader Fatayat NU Perkuat Literasi Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif
|
Anggota Bawaslu Kabupaten Lamongan, Yulianti, M.Pd., (Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat) hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Literasi Demokrasi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Lamongan melalui Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Mantup, pada hari Selasa (13/10/2026), yang didampingi oleh Kepala Sekretariat dan dua jajaran staf Bawaslu Kabupaten Lamongan
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman kader perempuan mengenai nilai-nilai demokrasi, pentingnya partisipasi masyarakat, serta peran strategis perempuan dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.
Dalam penyampaian materinya kepada 91 kader Fatayat NU, Yulianti menegaskan bahwa literasi demokrasi tidak cukup hanya dengan memahami proses pemilihan, tetapi juga harus diwujudkan melalui sikap kritis, kesadaran terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta kepedulian dalam mengawal jalannya demokrasi.
“Demokrasi bukan hanya tentang memberikan suara di bilik pemungutan suara, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat memahami hak dan tanggung jawabnya, berani bersikap kritis, serta ikut menjaga proses demokrasi agar berjalan secara jujur dan adil,” ujar Yulianti.
Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat demokrasi, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Kader Fatayat NU diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penggerak edukasi demokrasi dan turut mengawasi berbagai potensi pelanggaran dalam proses kepemiluan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pemilu yang berintegritas. Pengawasan pemilu tidak dapat hanya mengandalkan Bawaslu, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Pengawasan pemilu bukan semata-mata menjadi tugas Bawaslu. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk ikut mengawasi, mencegah terjadinya pelanggaran, serta melaporkan dugaan pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, kami berharap kader Fatayat NU dapat menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif di lingkungannya masing-masing,” tambahnya.
Yulianti juga mengajak para kader untuk membangun budaya demokrasi yang sehat dengan menolak praktik politik uang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan sikap saling menghormati perbedaan pilihan politik.
Baginya, demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh penyelenggaraan pemilu yang sesuai aturan, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kejujuran, keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan Literasi Demokrasi di PAC Fatayat NU Mantup ini, Bawaslu Kabupaten Lamongan berharap terbangun sinergi yang semakin kuat dengan organisasi perempuan dalam memperluas pendidikan demokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Keterlibatan kader Fatayat NU diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi hingga tingkat akar rumput, sehingga masyarakat semakin aktif berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang bermartabat dan berintegritas.
Penulis: Yulianti
Foto: Dokumentasi PPM